7+ Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan yang Baik dan Benar

Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan yang Baik dan Benar – Cuti mungkin bagi sebagian karyawan adalah dambaan untuk merebahkan penat selama bekerja. Karena memang pada dasarnya seorang karyawan akan diberikan jatah libur di luar hari libur, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan waktu tersebut untuk mengambil cuti. Meski tentunya ketika kita sudah kembali bekerja, pekerjaan kita akan menumpuk tapi demi kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, tidak ada salahnya mengambil jatah cuti yang ada.  Namun, sebelum menyerahkan surat cuti kepada HRD atau atasan, alangkah lebih baiknya memahami terlebih dahulu seperti apa penulisan contoh surat permintaan cuti.

Mengingat surat cuti memiliki banyak macam, mulai dari surat cuti sakit, cuti melahirkan, cuti liburan, cuti hamil, cuti menstruasi, cuti menikah, cuti karena salah satu anggota keluarga ada yang meninggal, atau masih banyak lagi, terkadang waktu cuti akan kita gunakan di waktu tak tentu. Di saat-saat genting pun kita diharuskan untuk segera menuliskan surat cuti, agar tidak terhitung membolos dan mendapat surat peringatan. Nah sebelum masa cuti tiba, lebih baik simak dulu yuk cara menulis contoh surat permintaan cuti.

Sebagai karyawan perempuan pasti Anda tahu tentang hak cuti melahirkan atau bersalin. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karyawan perempuan akan mengalami hamil dan melahirkan. Karyawan perempuan harus berhenti bekerja selama beberapa bulan untuk melahirkan dan merawat anaknya setelah lahir.
Berhenti bekerja tanpa beban pekerjaan untuk mempersiapkan proses persalinan. Berhenti yang dimaksud karyawan perempuan harus cuti untuk sementara waktu. Sehingga perlu surat cuti melahirkan. Umumnya, perempuan yang diperkenankan cuti karena sudah hamil tua. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, karyawan perempuan berhak mendapat istirahat atau cuti melahirkan selama 1,5 bulan sebelum hari kelahiran dan 1,5 bulan sesudah kelahiran menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.

Sistematika Penulisan Surat Cuti Melahirkan

Surat cuti melahirkan ini dibuat karyawan perempuan untuk memberitahukan kepada perusahaan/lembaga agar mendapat izin cuti. Perusahaan maupun lembaga biasanya memang sudah menyediakan formulir atau blangko. Sehingga, karyawan perempuan yang berniat cuti melahirkan tinggal mengisi formulir tersebut. Namun, ada pula perusahaan atau lembaga yang belum memiliki formulir surat cuti melahirkan. Karyawan perempuan juga diwajibkan membuat surat cuti melahirkan secara pribadi. Pengajuan cuti melahirkan disarankan tidak mendadak. Berikut format atau panduan membuat surat cuti melahirkan:
  1. Tempat, tanggal pembuatan surat cuti melahirkan
  2. Perihal/hal: pada bagian Anda bisa menuliskan “cuti melahirkan”
  3. Nama/alamat yang dituju: Misalnya kepada Kepala Sekolah
  4. Isi: seperti surat pernyataan tuliskan nama, jabatan, masa cuti
  5. Penutup
  6. Nama terang dan tanda tangan pembuat surat

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Surat Cuti

Terkadang, meskipun sudah mengajukan cuti, masih ada karyawan yang tidak bisa menikmati masa cutinya karena sang HRD atau atasan tidak memberikan izin. Hal ini bisa terjadi karena memang perusahaan sedang membutuhkanmu atau memang surat yang ditulis kurang meyakinkan. Oleh karena itu, sebaiknya kita pahami bersama terlebih dahulu penulisan surat permintaan cuti paling lengkap berikut:

  • Cantumkan tanggal penulisan surat

Hal pertama yang harus kita lakukan dalam menulis surat permintaan cuti adalah dengan menuliskan tanggal ditulisnya surat tersebut. Mengapa demikian? Karena HRD atau atasan bisa memastikan antara tanggal penulisan surat dan tanggal cuti yang diambil, apakah di hari yang sama atau tidak.

  • Cantumkan kepala surat

Mencantumkan kepala surat dengan berisi perihal dan lampiran harus dituliskan oleh karyawan. Tuliskan perihal jika memang disertai dengan surat lainnya, seperti surat dokter yang memberikan keterangan bahwa memang kita sedang sakit atau ketika sudah memasuki due date memalhirkan pun, dokter kandungan akan memberikan surat izin sebagai lampiran. Untuk perihal, kita bisa menuliskannya ‘surat cuti melahirkan’ saja, sebagai penjelas.

  • Jelaskan maksud dan tujuan cuti

Setelah itu, barulah kita bisa menuliskan maksud dan tujuan dari mengajukannya cuti ke kantor. Terkadang pada bagian ini sang HRD atau atasan bisa membaca apakah iya kita berkata jujur atau berbohong, demi bisa berleha-leha di rumah lepas dari tanggungjawab pekerjaan. Maka dari itu, jelaskan secara meyakinkan agar diterima ya cutimu! Oh ya, jangan lupa berikan keterangan dari tanggal berapa sampai tanggal berapa kita mengajukan cuti ya!

  • Berikan data diri secara singkat

Jangan lupa untuk mencantumkan data diri kita berupa nama, jabatan, dan NIK jika ada. Karena jumlah karyawan dalam perusahaanmu bekerja memiliki banyak karyawan, maka jangan lupa untuk mencantumkan data diri ya agar tidak salah orang.

  • Bubuhkan tandatangan

Sebagai penjelas bahwa benar yang meulis surat adalah kita, jangan lupa untuk membubuhkan tandatangan diakhir surat. Sebagai salah satu cara menulis contoh surat permintaan cuti, jangan pernah lupa untuk membubuhkan tandatangan ya!

Contoh Surat Cuti Melahirkan

Pengajuan surat cuti melahirkan bisa dilampirkan dengan surat keterangan dari bidan, dokter kandungan. Surat keterangan ini berisi tentang perkiraan kelahiran. Sehingga, perusahaan atau lembaga bisa mempertimbangkan pemberian izin cuti melahirkan.

Contoh Surat Cuti Melahirkan Karyawan

Yogyakarta, 20 Maret 2018
Perihal : Surat Permohonan Cuti Melahirkan
Kepada Yth
Pimpinan PT Maju Jaya
Di Tempat
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                             : Larasati Kumalaningtyas
Tempat/tanggal lahir     : Sleman, 17 Mei 1990
Posisi                             : Staf Keuangan
Dengan surat ini saya mengajukan cuti melahirkan selama 3 bulan, terhitung mulai 1 April sampai 1 Juli 2018. Demikian surat permohonan cuti ini saya sampaikan untuk dipertimbangkan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan izin yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,

(ttd)

Larasati Kumalaningtyas

Contoh Surat Cuti Melahirkan Guru Honor

Magelang, 20 Februari 2018

Hal : Permohonan izin cuti melahirkan

Kepada Yth:
Kepala Sekolah SD Jerukagung
Di Tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                             : Lestari Marima
Tempat/tanggal lahir     : Magelang, 6 Juni 1987
Posisi                             : Guru Seni Musik

Melalui surat ini, saya ingin mengajukan permohonan cuti melahirkan selama 3 bulan, terhitung sejak 10 Maret 2018 hingga 10 Juni 2018. Sebagian pekerjaan sudah saya komunikasikan dengan Bapak Murhadin termasuk pengaturan jam belajar mengajar Seni Musik.

Demikian surat permohonan cuti melahirkan ini saya buat, supaya menjadi pertimbangan Bapak Kepala Sekolah SD Jerukagung. Semoga Bapak bisa memaklumi keadaan saya. Atas perhatian dan izin yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(ttd)

Lestari Marima

Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan Untuk Perusahaan

Malang, 27 November 2019

Perihal             : Permohonan Cuti Melahirkan

Lampiran         : 1 (satu) lembar surat keterangan dokter

Yth.

Kepala Personalia PT. Aji Mumpung

di tempat

 

Dengan hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama              : Eka Susilowati

NIK                  : 8907500089001

Jabatan           : Staf HRD

Bermaksud mengajukan cuti melahirkan selama tiga bulan, terhitung sejak tanggal 29 November 2019 sampai dengan 29 Januari 2020. Bersama surat ini, saya lampirkan surat mengenai hari perkiraan melahirkan yang diberikan oleh dokter.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan, saya harap Bapak bisa menerima permohonan cuti saya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

 

(Eka Susilowati)

Contoh Surat Cuti Melahirkan Untuk Tenaga Honorer

Contoh Surat Cuti Melahirkan Untuk Pegawai / Tenaga Honorer

Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan Dari Bidan

 Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan Dari Bidan

Contoh Surat Keterangan Cuti Melahirkan Dari Dokter

Contoh Surat Keterangan Cuti Melahirkan Dari Dokter

Contoh Surat Pengantar Cuti Bersalin Dari Kepala Sekolah

Contoh Surat Pengantar Cuti Bersalin Dari Kepala Sekolah

Demikian penjelasan dan contoh surat cuti melahirkan, semoga Anda bisa lebih paham dan jelas dalam membuat surat cuti melahirkan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *