3+ Contoh Surat Jual Beli Tanah Yang Baik dan Benar

Contoh Surat Jual Beli Tanah – Menulis Surat jual Beli Tanah ialah untuk dua atau lebih pihak yang terlibat dalam transaksi tanah untuk menyusun rincian perjanjian dalam pembelian dan penjualan tanah, yang juga dikenal sebagai perjanjian pembelian. Anda harus mulai menulis surat niat dengan terlebih dahulu menyetujui dengan pembeli dan penjual tentang apa yang harus dimasukkan dalam kontrak atau surat yang nantinya di setujui.
Contoh Surat Jual Beli

Ciri-ciri Surat Jual Beli yang Baik dan Benar

Terkadang beberapa surat perjanjian memang harus menyertakan persetujuan dari notaris, agar proses jual beli yang dilakukan tetap sesuai prosedur yang ada. Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ciri-ciri surat jual beli tanah, rumah, dan kendaraan:

  • Cantumkan data diri dan informasi dengan lengkap
    Mencantumkan data diri sang penjual dan pembeli dengan lengkap, serta pemberian informasi yang lengkap juga terperinci harus dilakukan. Jika data diri dan informasi yang diberikan tidak sesuai dengan fakta, maka proses jual beli dapat dibatalkan.
  • Adanya saksi yang turut disertakan data dirinya
    Saksi dalam proses jual beli sangat diperlukan, mengingat yang dijual pun dalam bentuk hal yang besar dan juga bernilai tinggi. Saksi berguna sebagai penengah juga dan apabila nantinya terdapat masalah yang terjadi mengenai barang yang telah dijual atau dibeli, maka sebagai saksi bisa dipertanyakan pula akan kebenarannya.
  • Isi dari surat perjanjian yang jelas
    Isi dari surat perjanjian tentulah harus dijelaskan dengan rinci dan juga lengkap, agar mampu menjelaskan dengan baik pula barang apa yang dijual dan dibeli, serta mengenai harga pun kita bisa tahu dengan terperinci.
  • Cantumkan beberapa pasal
    Pasal ini sangat berguna ketika memang sebagai pemahaman antara keduanya, apabila nantinya terdapat hal-hal yang akan terjadi di luar kehendak. Maka dari itu, pencantuman pasal yang berkaitan dengan proses jual beli tanah, rumah,atau kendaraan ini sangat penting untuk dituliskan dalam surat perjanjian.
  • Bubuhkan tandatangan yang berkaitan
    Tentunya dalam tahap terakhir contoh surat jual beli tanah, rumah, dan kendaraan sangat perlu untuk dibubuhkan tandatangan antara penjual, pembeli, dan juga saksi atau notaris. Hal ini sebagai bukti juga bahwa antara penjual dan pembeli sudah saling sepakat, dan saksi bersama notaris merupakan saksi yang bisa membantu dalam penanggungjawaban surat nantinya.

Bagaimana cara Membuat Contoh Surat Jual Beli Tanah?

  • Diskusikan Perjanjian
    Diskusikan perjanjian pembelian yang tertunda. Tentukan bahwa pada pemenuhan letter of intent, baik pembeli atau penjual harus membuat perjanjian pembelian, yang memperluas ketentuan dari pihak pembeli. Menyatakan bahwa tidak merupakan syarat dan ketentuan lengkap dari perjanjian pembelian final, dan yang terakhir menjadi efektif atas pelaksanaan bersama dari perjanjian.
  • Perhatika Fungsi Surat
    Perhatikan apakah Surat Perjanjian akan mengikat, baik di bagian pada perjanjian pembelian atau pada penutupan surat. Nyatakan bahwa surat tersebut tidak akan mengikat sampai perjanjian pembelian telah dilaksanakan dan disampaikan kepada kedua belah pihak. Tentukan sejauh mana ketentuan LOI akan diterapkan pada perjanjian pembelian, dan apakah yang terakhir akan menggantikan LOI. Tekankan bahwa surat itu tidak merupakan kewajiban hukum dan salah satu pihak dapat mengakhiri negosiasi untuk alasan apa pun atau tanpa alas an, jika tidak, surat itu sendiri akan berakhir pada tanggal yang ditentukan.
  • Menyatakan Penerimaan dalam Ketentuan
    Menyatakan bahwa jika ketentuan di atas dapat diterima oleh pihak lain, pihak tersebut harus menandatangani dan tanggal LOI dan mengembalikannya ke yang bertandatangan di bawah ini Anda dalam waktu lima atau beberapa hari kerja yang ditetapkan lainnya. Perhatikan bahwa LOI akan kedaluwarsa jika tidak ditandatangani dan diterima selama waktu itu. Tanda tangani dan beri tanggal dokumen dan berikan ruang bagi pihak lain untuk melakukan hal yang sama.

Fungsi Materai Pada Surat Perjanjian

Surat perjanjian yang bernilai besar biasanya menggunakan materai sebagai legalitas dan bukti.

  • Fungsi materai pada surat perjanjian
    Sesuai dengan Pasal 1 Ayat (1) UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai fungsi meterai adalah “pajak dokumen yang dibebankan oleh negara untuk dokumen-dokumen tertentu”.
  • Perbedaan materai 3000 dan 6000
    Nilai materai disesuaikan dengan penggunaan dokumen. Menggunakan materai 6000 saat surat  yang berjumlah uang lebih dari Rp.1.000.000. sedangkan materai 3000 digunakan untuk surat dengan nominal uang Rp.250.000 sampai Rp.1.000.000.
  • Penggunaan materai
    Materai digunakan pada surat-surat yang dibuat untuk tujuan sebagai alat bukti mengenai suatu perbuatan, pernyataan atau keadaan yang bersifat perdata.
  • Syarat sah suatu perjanjian
    Apabila suatu perjanjian sudah ditandatangani diatas materai berarti perjanjian tersebut sudah bernilai hukum sehingga apabila ada hal yang menyeleweng dari suatu perjanjian yang sudah dimaterai anda berhak untuk menuntuknya lewat jalur hukum.

Contoh Surat Jual Beli Tanah Kebun

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI

========================

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama              : Muhlisah
Umur               : 25 Tahun
Pekerjaan        : Wira Usaha
Alamat            : Jl. Prengkondani desa dukodono Kec Pujer
No KTP/Sim     :
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya di sebut PIHAK PERTAMA
Nama              : Hanifah
Umur               : 32 Tahun
Pekerjaan        : Wiraswasta
Alamat            : Jl. Petung, Maskuning kulon Kec Pujer
No KTP/SIM     :
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya di sebut PIHAK KEDUA
Kedua belah pihak dengan ini menerangkan bahwa PIHAK PERTAMA selaku pemilik sah telah setuju menjual kepada PIHAK KEDUA berupa:
Sebidang tanah perkebunan yang terletak di (Km 2 Sukosawah desa Sukodono) dengan luas tanah 1000 Meter persegi.
Selanjutnya kedua belah pihak bahwa perjanjian penjualan antara PIHAK PERAMA dan PIHAK KEDUA ini berlaku sejak tanggal penanda tanganan surat perjanjian ini.
Sukodono, 7 Desember 2018
PIHAK PERTAMA                                                                                             PIHAK KEDUA
(Muhlisah)                                                                                                      (Hanifah)
SAKSI-SAKSI
I                                                                                                                       II
(Mahrus Ali)                                                                                                    (Ali Wafi)

Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan Keluarga / Orang Tua

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI

==================================

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama              : Surito

Umur               : 53 Tahun

Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat            : Jl. Mataram no.74 Surakarta

Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (Penjual).

Nama              : Wiranto

Umur               : 44 Tahun

Pekerjaan        : PNS

Alamat            : Jl. Kusumanegara no.52 Serang

Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (Pembeli)

Pada tanggal 8 April 2019, pihak ke I (Surito) melakukan penjualan, lepas atau mutlak sebidang tanah darat seluas 380 M2 Warisan Keluarga, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II (Wiranto) dengan harga tunai Rp. 530.000.000,- (lima ratus tiga puluh juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi secara tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Sebelah barat  : Berbatasan dengan tanah M. Arif

Sebelah timur : Berbatasan dengan tanah Mellayu

Sebelah utara  : Berbatasan dengan tanah Fauzan

Sebelah selatan           : Berbatasan dengan tanah Sunaryo

Bangunan terdiri dari :

Ukuran panjang dan lebar : 570 M2

Atap                : Genteng

Dinding           : batu bata (tembok)

Lantai              : keramik

Maka, sejak tanggal 9 April 2019 Tanah bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada saat melaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (Surito) maupun pihak ke II (Wiranto) dan juga saksi-saksi yang menyaksikan dan menandatangani sedang dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh kedua pihak, juga saksi-saksi yang telah disepakati. tanda tanganilah berikut sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

 

Salatiga, 11 Februari 2014

 

Pihak I                                             Pihak II

 

(Surito)                                           (Wiranto)

 

Saksi I                                              Saksi II

 

(Ibrahim)                                           (Kusno)

Contoh Surat Jual Beli Tanah Bermaterai

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Lili Akhira
Tempat Tanggal Lahir             : Jakarta, 09 Maret 1986

Alamat                                    : Jalan Adipura No.154 Jakarta Selatan

Pekerjaan                                : Dokter Gigi

No.KTP                                    : 879067589456789001

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai penjual (Pihak Pertama)

Nama                         : Heri Subekti
Tempat Tanggal Lahir             : Madiun, 18 Juli 1978

Alamat                                    : Jalan Alasan No.80 Madiun, Jawa Timur

Pekerjaan                                : Wiraswasta

No.KTP                                    : 9807896000456789

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai pembeli (Pihak Kedua)

Kedua pihak tersebut telah melakukan kesepakatan untuk melakukan jual beli sebidang tanah dengan luas 600 m2, atas nama Heri Subekti. Adapun batas-batas tanah, yaitu sebagai berikut:

Sebelah barat berbatasan dengan Sungai Adaan
Sebelah utara berbatasan dengan Masjid Al Ikhlas
Sebelah timur berbatasan dengan Pemakaman Arum
Sebelah selatan berbatasan dengan SMP 3 Madiun
Kedua belah pihak telah bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual – beli tanah, di mana syarat dan ketentuannya diatur dalam 3 (tiga) pasal, sebagai berikut ini:

 

Pasal 1

Pasal 2

Pasal 3

 

Demikaian surat perjanjian jual beli ini dibuat berdasarkan kesepakatan dan persetujuan jual beli dari kedua belah pihak.

 

Purwokerto, 20 November 2019

Penjual                                                                                   Pembeli

(tandatangan dan materai)                                                 (tandatangan dan materai)

(Heri Subekti)                                                                          (Lili Akhira)

 

Saksi/Notaris

(tandatangan dan materai)

(Pendi Nurmawan)

 

Demikianlah Contoh Surat Jual Beli Tanah yang bisa dibagikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari referensi untuk menyusun surat perjanjian jual beli tanah ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *