20+ Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Jual Beli Tanah, Hutang, Kontrak/Sewa Rumah DLL Yang Baik dan Benar Terupdate

Surat Perjanjian adalah surat yang digunakan untuk mengatur tentang hak dan kewajibah antara dua orang/pihak yang melakukan sebuah kesepakatan, atas sebuah perkara dan bersifat mengikat. Ada beberapa contoh perkara yang bisa diatur didalam surat perjanjian antara lain :
  1. Surat Perjanjian Utang Piutang atau Peminjaman
  2. Surat Perjanjian Sewa-Menyewa, Kontrak
  3. Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Proyek atau Pekerjaan
  4. Surat Perjanjian Jual Beli
  5. Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian

Banyak sekali yang mempertanyakan mengapa diperlukan untuk membuat surat perjanjian ? Karena salah satu manfaat dan fungsi surat perjanjian adalah adanya bukti / hitam diatas putih mengenai hak dan kewajiban dari pihak yang disebut didalm surat perjanjian, untuk itu apabila ada yang melanggar perjanjian kita sendiri memiliki bukti dan bisa menuntut atau menggugat perjanjian tersebut.

Daftar Isi

Format Surat Perjanjian

Lantas, bagaimana cara membuat surat perjanjian ? Tentu seperti biasanya, kami akan memberikan format atau susunan struktur surat perjanjian yang bisa anda gunakan sebagai referensi anda. Berikut adalah susunan surat perjanjian :
1. Kepala surat 
Kop atau Kepala surat perlu ditulis untuk menandai surat perjanjian seperti apa yang anda buat.
2. Identitas pelaku perjanjian 
Identitas diri Anda dan rekan pihak yang melakukan kesepakatan harus ditulis dengan lengkap dan jelas. Sangat diperlukan untuk mencantumkan Nomor KTP, atau Nomor Identitas lain sebagai penguat.
3. Pasal-pasal perjanjian 
Poin yang paling penting adalah mengenai hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Pada hal ini, disebut pasal-pasal perjanjian. Perlu diketahui pasal-pasal perjanjian harus disepakati oleh kedua belah pihak.
4. Tanda tangan dan nama terang 
Pihak yang terlibat didalam surat perjanjian hendaknya melakukan tanda tangan dan nama terang, sebagai bukti bahwa pihak tersebut telah setuju dengan perjanjian yang dibuat.
5. Materai 
sebagai landasan hokum yang kuat, Bubuhkan materai sebelum tanda tangan. Ini merupakan hal yang paling penting dalam surat perjanjian. Karena dengan adanya materai, anda bisa bawa surat tersebut untuk melakukan gugatan dipengadilan apabila terjadi penyelewengan perjanjian Anda.
6. Saksi-saksi 
Selain kedua belah pihak yang melakukan perjanjian, Anda juga memerlukan saksi-saksi penguat. Ini sangat membantu Anda, apabila terjadi masalah dalam perjanjian yang anda jalani. Saksi akan memperkuat posisi hokum, apabila kasus ini dibawa ke pengadilan.

Cara & Tips Membuat Surat Perjanjian

Setelah kita mengetahui, susunan atau format surat perjanjian. Anda juga perlu mengetahui tips untuk membuat surat perjanjian yang baik dan benar. Tentu apabila anda tidak ingin repot, anda bisa menggunakan jasa lembaga hokum atau pengacara untuk melakukan perjanjian. Akan tetapi, tanpa pengacar atau lembaga hokum, perjanjian juga bisa kita buat sendiri. Berikut adlah cara membuat surat perjanjian beserta tipsnya :
1. Buatlah Draf perjanjian 
Sebelum anda membuat surat perjanjian, buatlah Draf Perjanjian terlebih dahulu. Ini biasanya dilakukan oleh dua orang pihak yang melakukan perjanjian, biasanya untuk mereview ulang apa saja hak dan kewajibannya sebelum dicetak ke dalam surat perjanjian yang asli.
2. Tulis menggunakan bahasa yang baku dan sesuai EYD 
Gunakan bahasa yang baku adalah poin yang cukup penting, karena bahasa baku membuat siapa saja yang membacanya bisa memahami isi perjanjian tersebut. Jangan sampai anda menggunakan bahasa yang hanya dimengerti oleh kedua belah pihak saja, bisa jadi bahasa tersebut tidak dipahami oleh hakim apabila dibawa ke pengengadilan.
3. Cantumkan poin-poin sedetail-detailnya 
Surat perjanjian disarankan dibuat se-spesifik mungkin. Misalnya, mengenai pembayaran, Anda harus mencantumkan poin-poin seperti Nomor Rekening, mekanisme pembayaran dan lain sebagainya. Pemberian informasi yang detail dapat mengingatkan kita dikemudian hari, karena bisa jadi masalah perjanjian akan muncul jika sudah lama berjalan.
4. Tulis Identitas selengkap-lengkapnya 
Poin yang tak kalah pentingnya adalah penulisan identias yang lengkap. Karena untuk memperjelas siapa saja yang terlibat. Identitas yang lengkap biasanya terdiri Nama, Alamat, Nomor KTP, Pekerjaan serta Nomor HP.
5. Teliti ulang surat perjanjian 
Teliti ulang surat perjanjian, diusahakan jangan ada kesalahan ketik demi memperkuat posisi surat perjanjian.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Yang Benar

Ada berbagai jenis surat yang ada dan digunakan salah satunya adalah surat hutang piutang. Surat hutang piutang memiliki pengertian yaitu surat yang berisi perjanjian pihak pertama yang sebagai piutang dan pihak kedua sebagai hutang. Surat ini merupakan salah satu jenis surat bisnis dan niaga. Untuk masalah hutang dan piutang dalam skala besar biasanya didalam surat perjanjian menggunakan pasal pasal. Namun didalam hutang piutang dalam skali kecil pada umumnya tidak menggunakan pasal, hanya mencantumkan perjanjian saja. Ada beberapa tujuan pembuatan surat hutang dan pihutang salah satunya adalah untuk menghindari perselisihan antara pihak yang bersangkutan. Penasaran?

Manfaat Surat Perjanjian Hutang Piutang

Untuk mengobati rasa penasaran para pembaca mengenai contoh surat perjanjian hutang piutang tujuan pembuatannya, dibawah ini akan menjelaskan uraian lengkapnya. Lets check it!

  1. Menghindari perselisihan
    Tujuan pembuatan contoh surat perjanjian hutang pertama yaitu menghindari perselisihan antara kedua pihak yang bersangkutan. Dengan adanaya surat perjanjian hutan piutang segala hak dan kewajiban yang dimiliki oleh piutang maupun pihak yang berhutang menjadi jelas karena tertera didalam surat tersebut. Jadi bila ada kesalahpahaman dapat cepat diselesaikan dan tidak berbelit belit prosesnya.
  2. Sebagai konfirmasi pihak yang terkait
    Seperti yang anda ketahui, pihak pihak yang terkait di dalam surat ini adalah pihak pemberi utang (piutang) dan pihak yang berhutang. Dengan adanya surat hutang piutang kedua belah pihak akan jelas informasinya. Karena didalam surat akan tertera identitas diri kedua belah pihak. Selain itu surat hutang dan piutang yang sah memerlukan tanda tangan asli pihak pihak yang bersangkutan diatas materai.
  3. Sebagai konfirmasi besarnya hutang dan jatuh temponya
    Didalam surat hutang piutang tidak hanya tertera identitas pihak pihak yang bersangkutan dan peraturannya saja, namun juga tertera besarnya hutang dan jatuh tempo hutang tersebut berakhir. Seperti misalnya seseorang berhutang 150.000.000 dengan masa hutang berakhir atau jatuh tempo 2 tahun.
  4. Untuk memberikan kejelasan pihak yang terkait
    Dalam kegiatan hutang piutang harus ada kejelasan antara pihak pertama maupun pihak kedua. Kejelasan tersebut dapat berupa besarnya hutang, jaminan, jatuh tempo, dan masih banyak lagi. Di dalam surat perjanjian hutang juga memuat identitas diri dari kedua belah pihak yang bersangkutan.
  5. Untuk menghindari resiko
    Resiko yang paling besar dalam kegiatan hutang piutang terdapat di pihak kedua sebagai piutang (pemberi hutang). Banyak resiko yang dapat terjadi dalam kegiatan ini salah satunya adalah lari tanggung jawab untuk membayar hutang. Namun dengan adanya surat perjanjian hutang, anda tidak perlu lagi khawatir mengenai resiko tersebut, karena didalam surat ini telah ada perjanjian yang mengikat dan tanda tangan diatas materai.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Dengan Jaminan

SURAT PERJANJIAN UTANG-PIUTANG

Pada hari ini Kamis, 10 April 2018, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama        : Yulianto
Umur        : 30 tahun
Pekerjaan  : Pegawai Negeri Sipil
Alamat      : Jalan Magelang 30, Sleman, DIY

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
2. Nama        : Andini
Umur        : 32 tahun
Pekerjaan : Pengusaha
Alamat     : Jalan C. Simanjuntak 40, Sleman, DIY

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.Melalui surat perjanjian ini meyatakan sepakat untuk mengadakan Perjanjian Utang-Piutang dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini :

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.200.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA di mana uang tunai tersebut merupakan hutang atau pinjaman.
  2.  PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yaitu Sertifikat Rumah yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 5 (lima) bulan terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Surat Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  5. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun di Yogyakarta pada hari, tanggal, bulan dan tahun seperti yang tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

Yogyakarta, 10 April 2018
PIHAK PERTAMA,                                                                                   PIHAK KEDUA,

 

Materai Rp. 6000,-

Contoh Surat Perjanjian Hutang Tanpa Jaminan

Surat Perjanjian Hutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang dengan Jaminan Rumah

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama               : Roni Wijaksono

Umur               : 45 tahun

Pekerjaan         : Karyawan swasta

No KTP             : 12345678910

Alamat              : Jalan Pramuka nomor 89, Bekasi

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak pertama

Nama               : Iwan Setiawan

Umur               : 40 tahun

Pekerjaan         : Buruh

No KTP             : 9876543210

Alamat             : Jalan Mawar nomor 98, Bekasi

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak kedua

Yang mana kedua belah pihak yang tertera diatas telah sepakat mengadang hutang piutang. Maka melalui surat perjanjian hutang piutang ini sebagai bukti bahwa kedua belah pihak telah menyepakatu dan menyetujui ketentuan ketentuan sebagai berikut :

  1. Pihak pertama meminjamkan uang sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) kepada pihak kedua.
  2. Pihak kedua memberikan jaminan sertifikat rumah kepada pihak pertama dengan rincian sebagai berikut :

Atas nama        : Iwan Setiawan

Luas tanah        : 50 meter

Luas bangunan  : 40 m2

Alamat             : Jalan Mawar nomor 98, Bekasi

  1. Pihak kedua akan mengembalikan uang kepada pihak pertama dengan bunga menggunakan bunga 5% dengan tenggang waktu 2 tahun terhitung dari surat perjanjian ini.
  2. Jika pihak kedua tidak dapat melunasi hutang sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan maka pihak pertama berhak penuh atas jaminan yang diberikan.

Surat ini dibuat sebanyak dua rangkap dan ditanda tangani diatas materai kedua belah pihak yang besangkutan.

Demikian surat perjanjian hutang piutang yang telah dibuat dengan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Bekasi, 21 November 2019

Pihak Pertama                                                                                 Pihak Kedua

 

Roni Wijaksono                                                                               Iwan Setiawan

Contoh Surat Perjanjian Hutang dengan Jaminan Mobil

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini Jumat, 22 November 2019, kami yangbertanda tangan dibawah ini telah menyetujui dan menyepakati perjanjian hutang piutang, yaitu :

Nama                                : Herman Wicaksono

Tempat tanggal lahir         : Jakarta, 20 Oktober 1978

Pekerjaan              : Karyawan Swasta

Alamat                              : Jalan Melati nomor 45, Jakarta

Dalam hal ini bertindak sebagai pihak pertama

Nama                                : Andre Putra

Tempat tanggal lahir         : Depok, 7 September 1980

Pekerjaan                          : PNS

Alamat                              : Jalan Mawarnomor 54, Jakarta

Dalam hal ini bertindak sebagai pihak kedua

Dengan ini kedua belah pihak telah menyetujui dan menyepakati perjanjian hutang dengan ketentuan dibawah ini :

  1. Pihak pertama menerima pinjaman uang sebeser Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) pada tanggal dibuatnya surat ini.
  2. Pihak pertama berjanjian akan melunasi pinjaman tersebut dalam kurun waktu 1 (satu) tahun dan dalam 3 (tiga) kali angsuran.
  3. Apabila pihak pertama tidak melunasi hutangnya dalam jangka waktu yang telah dijanjikan, maka jaminan pihak pertama yang berupa BPKB mobil akan sepenuhnya menjadi miliki pihak kedua.

Demikian surat perjanjian hutang piutang ini dibuat dengan kesepakatan bersama tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 22 November 2019

Pihak Pertama,                                                                                         Pihak kedua,

 

Herman Wicaksono                                                                                  Andre Putra

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli –  Surat Perjanjian merupakan salah satu bukti yang berisi kesepakatan-kesepakatan bersama. Dalam artikel ini akan dibahas tentang contoh surat perjanjian jual beli rumah. Surat perjanjian ini bersifat mengikat antara dua pihak. Hal ini menjadi bukti supaya pihak-pihak terkait bertanggungjawab akan keputusan atau perbuatannya.
Pada umumnya, surat perjanjian ini mengikat dua pihak untuk suatu keperluan. Kalau soal perjanjian jual beli rumah, maka surat perjanjian ini antara pihak yang menjual dan membeli rumah. Selanjutnya disertai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan jual bel rumah. Misalnya, lokasi rumah, harga yang disepakati, bahkan sampai waktu pembayaran.
Surat perjanjian jual beli ini memiliki fungsi dan manfaat bagi pihak-pihak terkait. Pertama sebagai bukti sudah menjalin kesepakatan transaksi jual beli rumah antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Kedua, surat perjanjian jual beli dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah jika ada salah satu pihak melakukan pelanggaran perjanjian. Adanya surat perjanjian jual beli rumah ini memudahkan salah satu pihak untuk mengadu atau menuntut jika terjadi pelanggaran.
Suatu saat nanti, bisa jadi Anda akan melakukan jual beli rumah. Tak semua orang paham dan untuk menghindari penipuan perlu adanya surat perjanjian jual beli. Setidaknya Anda tahu pentingnya dan isi surat perjanjian jual beli rumah. Kali ini akan dibahas tentang cara membuat contoh surat perjanjian jual beli rumah. Umumnya, surat perjanjian jual beli tanah berisi tentang:
  1. Identitas kedua pihak yang bersangkutan tentang jual-beli rumah. Identitas bisa mencantumkan nama, nomor KTP, no yang bisa dihubungi.
  2. Menerangkan deskripsi objek (rumah) yang akan diperjualbelikan. Anda perlu mencantumkan harga rumah yang disepakati, sertifikat, batas-batas wilayah dan segala hal yang berhubungan dengan objek tersebut.
  3. Dalam penandatanganan surat perjanjian jual beli rumah perlu menghadirkan saksi.
  4. Selanjutnya, perlu disebutkan jaminan dan peraturan-peraturan kesepakatan seperti cara pembayaran, waktu pembayaran, sanksi.

Saat ingin menuliskan surat perjanjian jual beli rumah, Anda perlu menuliskan judul surat tepat di bagian tengah. Tuliskan dengan huruf tebal. Agar Anda lebih paham dan jelas, perhatikan Contoh Surat Perjanjian Jual Beliberikut ini:

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Beserta Pasal

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                           : Tumarjinah
Tempat, Tanggal Lahir : Magelang, 20 April 1987
Pekerjaan                     : Wiraswasta
Alamat        : Jarakan RT 21, RW 05, Jarakan, Magelang
Nomor KTP                 : 330878………………………………….
No HP : 081309xxxx

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama        : Reksa Pratama
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 6 Mei 1991
Pekerjaan    : Wiraswasta
Alamat        : Perum Indah Jaya, No 17, Sleman
Nomor KTP  : 3309087…………………………………
No HP : 0878608xxxxx

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji untuk menyatakan dan menyepakati untuk menjual kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA juga berjanji menyatakan serta menyepakati untuk membeli dari PIHAK PERTAMA berupa:

Sebuah bangunan rumah yang terletak di Jalan Merdeka No 12, Sleman, Yogyakarta dengan dimensi 6×6 meter sudah bersertifikat atas nama Tumarjinah.
Ketentuan lainnya sebagai berikut:

1. Harga rumah yang disepakati sebesar Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).
2. Pembayaran pertama sebesar Rp 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah) paling lambat pada 6 Juni 2018.
3. Pembayaran kedua sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) paling lambat pada 6 Agustus 2018
4. Pembayaran tiga sebesar Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) paling lambat 6 September 2018.
5. Pembayaran ditransfer oleh PIHAK KEDUA (No Rekening 137-90-xxxxx atas nama Reksa Pratama) kepada PIHAK PERTAMA (No Rekening 137-99-xxxxxx atas nama Tumarjinah).

Demikianlah surat perjanjian jual beli rumah ini dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak. Jika terjadi kesalahan administrasi, surat perjanjian akan diperbaiki atas persetujuan masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA                                                                                     PIHAK KEDUA
Penjual                                                                                                   Pembeli

 

Tumarjinah                                                                                             Reksa Pratama

 

Saksi I                                                                                                   Saksi II

 

Hasan Junaidi                                                                                  Tamara Bella

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Dengan Uang Muka

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Dengan Uang Muka

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Singkat

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Singkat

 

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Tunai

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Tunai

 

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH 

Pada hari ini Rabu tanggal 20 Januari 2019 yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama            : Adriano
Umur            : 22 Tahun
Pekerjaan      : Pengusaha Muda
Alamat          : Jln. Pemuda 34 Semarang

Sebagai penjual selanjutnya disebut pihak pertama, telah mengadakan perjanjian jual beli dengan:

Nama            : Muhammad Rizki
Umur            : 24 Tahun
Pekerjaan      : Pegawai Negeri Sipil
Alamat          : Jln. A. Yani Semarang

Sebagai pembeli selanjutnya disebut pihak kedua,

Isi perjanjian tersebut:
Pasal I Pihak kedua telah menyerahkan uang sebesar Rp. 149.500.000,00,- (Satu Juta Empat Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sebagai penjualan sebidang tanah berikut bangunan di atasnya.
Pasal II Apabila suatu hari terjadi perselisihan atas sebidang tanah dan rumah tersebut. Kedua pihak terkait berjanji akan menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Pasal Penutup Perjanjian ini dibuat dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Sukoharjo, 21 Januari 2019

Pihak Pertama                                                                                              Pihak Kedua

 

Adriano                                                                                                       Muhammad Rizki

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Lengkap

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Lengkap dengan Pasal-Pasal dan Materai – Surat Perjanjian Jual Beli adalah surat yang dibuat oleh pihak – pihak yang ingin melakukan perjanjian jual beli harta benda berharga dengan nilai harga yang cukup besar seperti kendaraan, bangunan, tanah, perhiasan, dan barang – barang berharga lainnya sebagai alat pengikat dan bukti kesepakatan yang terjalin antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Biasanya Surat Perjanjian Jual Beli ini dibuat untuk transaksi jual beli dengan nilai harga di atas satu juta rupiah. Manfaat dari adanya Surat Perjanjian Jual Beli ini, misalnya :
  • Sebagai bukti bahwa telah terjalin kesepakatan transaksi jual beli antara kedua belah pihak yang bersangkutan.
  • Surat Perjanjian Jual Beli dapat dijadikan alat bukti apabila ada salah satu pihak yang melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
Dalam membuat Surat Perjanjian Jual Beli ini kita tidak boleh sembarangan. Ada hal-hal penting yang harus diperhatikan, secara garis besar antara lain :
  1. Menyebutkan identitas kedua belah pihak yang melakukan transaksi jual beli.
  2. Menerangkan deskripsi obyek yang akan diperjualbelikan. Mulai dari harga, sertifikat, batas-batas wilayah (jika obyeknya berupa rumah atau tanah) dan segala hal yang berhubungan dengan obyek tersebut.
  3. Menghadirkan saksi.
  4. Menyebutkan jaminan dan peraturan-peraturan kesepakatan seperti cara pembayaran, waktu pembayaran, dan lain-lain.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut langsung saja kita simak Contoh Surat Perjanjian Jual Beli tersebut agar lebih mudah untuk memahami.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Lengkap dengan Pasal

Untuk Barang – Barang lain seperti Kendaraan, Mobil , Rumah atau Ruko silahkan ganti barang yang dimaksud didalam Surat Perjanjian.

SURAT PERJANJIAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Muhammad Nur Mujiono
Umur : 40 Tahun
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Alamat : Desa Ronggo, RT 02, RW 04, Kec. Jaken, Kab. Pati, Jawa Tengah
Nomor KTP : ……………..
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama : Joko Riyono
Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jalan Bukit Indah 514, Jaken, Pati, Jawa Tengah (59184)
Nomor KTP : ……………..
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji untuk menyatakan dan menyepakati untuk menjual kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA juga berjanji menyatakan serta menyepakati untuk membeli dari PIHAK PERTAMA berupa :

Sebidang tanah Hak Milik yang terletak di Desa Ronggo, RT 02, RW 04, Kec. Jaken, Kab. Pati, Jawa Tengah, seluas 50.000 ( lima puluh ribu ) meter persegi beserta bangunan yang ada di atas area tersebut, dengan batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :
Sebelah barat : Berbatasan dengan tanah Lapangan Desa Ronggo
Sebelah timur : Berbatasan dengan tanah Ibnu Purwanto
Sebelah utara : Berbatasan dengan tanah Jalan Raya Desa Ronggo
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah H. Sugito

Dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam 9 ( sembilan ) pasal, berikut ini :

Pasal 1

 

HARGA 

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh kedua belah pihak dengan harga tanah sebesar Rp 5.000.000.000,00 ( lima miliar rupiah ).

Pasal 2

 

CARA PEMBAYARAN

– Pihak kedua akan memberikan uang tanda jadi sebesar Rp.1.000.000.000,00 ( satu miliar rupiah ) kepada pihak pertama yaitu pada tanggal 28 November 2015.
– Sisa pembayaran sebesar Rp 4.000.000.000,00 ( empat miliar rupiah ) akan dibayarkan oleh pihak kedua dalam dua kali proses angsuran. Angsuran pertama sebesar Rp 2.000.000.000,00 ( dua miliar rupiah ) akan dibayarkan pada tanggal 1 Januari 2016. Dan angsuran kedua sebesar Rp 2.000.000.000,00 ( dua miliar rupiah ) akan dibayarkan pada tanggal 23 Mei 2016.
– Semua proses pembayaran ini akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA dengan cara tunai.

Pasal 3
JAMINAN

– PIHAK PERTAMA menjamin sepenuhnya bahwa tanah yang dijualnya adalah benar-benar milik atau hak PIHAK PERTAMA sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak atas tanah dan bangunan tersebut, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa apapun, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara apapun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.
– Jaminan PIHAK PERTAMA dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini yang bertindak sebagai saksi.
– Apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi perjanjian yang telah ditentukan di atas yaitu memberikan tanda jadi sesuai pada tanggal yang telah disepakati sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 ayat ( 1 ) maka perjanjian ini dianggap telah batal secara hukum.
– Apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi perjanjian pelunasan ( angsuran pertama dan kedua ) pada tanggal yang telah ditentukan di atas dan sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 ayat ( 2 ), secara hukum perjanjian jual beli ini batal dan PIHAK PERTAMA akan mengembalikan uang tanda jadi sepenuhnya.

Pasal 4
SAKSI – SAKSI

Adapun kedua orang yang akan bertindak sebagai saksi tersebut adalah :
Nama : Suwardi Djasmin
Usia : 45 tahun
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Alamat : Desa Ronggo, RT 01, RW 05, Kec. Jaken, Kab. Pati, Jawa Tengah
Selanjutnya disebut sebagai Saksi I
Nama : Sri Dami
Usia : 41 tahun
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Alamat : Desa Ronggo, RT 02, RW 04, Kec. Jaken, Kab. Pati, Jawa Tengah
Selanjutnya disebut sebagai Saksi II.

Pasal 5

 

PENYERAHAN 

PIHAK PERTAMA berjanji serta sepakat untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya dua minggu setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 6
STATUS KEPEMILIKAN 

Terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya sepenuhnya menjadi hak milik PIHAK KEDUA.

Pasal 7
PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN 

PIHAK PERTAMA wajib membantu PIHAK KEDUA dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan tersebut dalam hal pengurusan yang melibatkan instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang berhubungan dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
Segala macam urusan biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dan bangunan rumah dari  PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA akan dibebankan sepenuhnya kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 8
MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Surat Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggalnya PIHAK PERTAMA, atau karena sebab – sebab lain yang tidak diduga sebelumnya. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti PIHAK PERTAMA wajib mentaati ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini dan PIHAK PERTAMA mengikat diri untuk melakukan segala hal yang diperluan guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN DAN LAIN – LAIN 

Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak sepakat untuk memilih menyelesaikan perkara jika terjadi perselisihan di Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini selanjutnya akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah oleh kedua belah pihak yang bersangkutan.
Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dalam 2 ( dua ) rangkap yang bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Serta ditandatangani kedua belah pihak dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun.

Pati, 28 November 2015

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,

Materai 6000                                                                 Materai 6000

( Muhammad Nur Mujiono ) ( Joko Riyono )

Saksi I Saksi II

( Suwardi Djasmin ) ( Sri Dami )

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Dengan Saksi

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
Nama                 : SUNARYO ASTAMAN
Umur                 : 30 Tahun
Pekerjaan            : Wiraswasta
Alamat               : Jln. Merak 32 Sulawesi
Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (Penjual).
Nama               : ANGGI ARBITRAMA
Umur               : 37 Tahun
Pekerjaan          : PNS
Alamat             : Jln. Andi 34 Yogyakarta
Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (Pembeli)
Pada tanggal 15 Juli 2017, pihak ke I telah menjual sebidang tanah seluas 120 M2 kepada Pihak Kedua dengan harga tunai Rp. 291.000.000,- (dua ratus sembilan puluh satu juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi secara tunai.
Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :
Sebelah barat    : Berbatasan dengan tanah Adi
Sebelah timur    : Berbatasan dengan tanah Putra
Sebelah utara    : Berbatasan dengan tanah Arbi
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah Sungai

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

Banda Aceh, 10 Januari 2016

Pihak Ke I (Penjual)                                                              Pihak Ke II (Pembeli)

 

(SUNARYO ASTAMAN)                                                     (ANGGI ARBITRAMA)

Saksi-saksi

Saksi Ke I                                               Saksi Ke II                                                                  Saksi Ke III

 

(M. Maruf)                                                 (Andi)                                                                             (Putra)

Contoh Surat Pernyataan Jual Beli Tanah Dan Bangunan

Contoh Surat Pernyataan Jual Beli Tanah Dan Bangunan

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Surat perjanjian biasanya ditulis sebagai bukti bahwa telah berlangsungnya perjanjian antara pihak satu dengan pihak lainnya, baik dalam melakukan kerjasama, kontrak kerja, penyewaan barang, atau lain hal. Seperti surat pada umumnya, ada beberapa spesifikasi yang dipahami terlebih dahulu dalam penulisan surat perjanjian. Beberapa spesifikasi tersebut bisa dipahami dengan melihat contoh surat perjanjian yang baik dan benar paling lengkap, seperti yang akan dijelaskan nantinya di bawah ya!

Selain agar semakin meyakinkan perjanjian yang telah dilakukan, adanya surat perjanjian juga akan menjadi sebuah bukti dari perjanjian tersebut agar kelak akan bisa dipertanggungjawabkan ketika terjadi penyelewengan antara pihak satu dan lainnya. Maka dari itu dalam pembuatan contoh surat perjanjian yang baik dan benar paling lengkap ini, harus diduplikat atau setidaknya terdapat dua surat yang masing-masing pihak miliki. Seperti apa saja spesifikasi penulisan surat perjanjian? Simak yuk!

Tata Cara Penulisan Surat Perjanjian yang Baik dan Benar

Setelah sama-sama setuju dengan perjanjian yang dibuat, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah dengan menuliskan surat perjanjian untuk kedua belah pihak. Berikut ini spesifikasi dalam penulisan surat perjanjian yang baik dan benar paling lengkap:

  • Menyertakan kepala surat atau kop surat

Tentunya dalam surat apapun pasti akan mencantumkan kepala surat atau kop surat, sebagai penanda bahwa surat tersebut berisi tentang apa. Jika dalam surat perjanjian tentang kontrak kerja, maka kop surat yang dituliskan adalah ‘Surat Perjanjian Kontrak Kerja’ dan bisa juga mencantumkan nama perusahaan terkait atau nomor surat.

  • Pencantuman identitas diri

Pencantuman identitas diri harus dituliskan dari pihak pertama dan pihak kedua yang melakukan perjanjian tersebut. Tentunya dalam penulisan identitas diri ini pun harus ada kesepakatan antar pihak-pihak yang akan melakukan perjanjian ya dan dituliskan secara lengkap ya.

  • Menuliskan pasal-pasal terkait

Penulisan pasal-pasal yang terkait ini harus dilakukan dengan disesuaikan dari hak dan kewahiban pihak-pihak yang melakukan perjanjian tersebut. Pasal-pasal yang ada pun dituliskan sebagai dasar dari pembentukan surat perjanjian dan antara pihak-pihak tersebut bisa mempertanggungjawabkannya.

  • Membubuhkan tandatangan dan materai

Setiap surat pastinya akan membutuhkan tandatangan sebagai bukti dari siapa yang menuliskan dan menyepakati isi dari surat tersebut. Namun, sebelum melakukan tandatangan, jangan lupa untuk memberikan materai terlebih dahulu ya.

  • Saksi proses perjanjian

Biasanya karena berbentuk perjanjian, seperti dalam contoh surat perjanjian yang baik dan benar paling lengkap pasti akan ada saksi yang menjadi penengah dalam proses perjanjian yang tengah dilangsungkan. Adanya saksi pun nantinya dapat kita tanyakan mengenai perjanjian yang dilakukan, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Yang Baik Dan Benar

SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA

PT. MELANGKAH MAJU

Telp. (0281) 657436 Alamat Jl. Jendral Soedirman No. 46, Purwokerto

Nomor : 78/HKL/XI/2019

 

Yang bertandatangan di bawah ini:

 

Nama                          : Astrid

Alamat                        : Jl. Jendral Soedirman no. 46 Purwokerto

Jabatan                       : Pemilik PT. MELANGKAH MAJU

 

Bertindak untuk dan atas nama PT. MELANGKAH MAJU yang beralamat di Jl. Jendral Soedirman no. 46 Purwokerto, yang akan disebut sebagai pihak pertama.

 

Nama                          : Marwan

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 17 Juli 1985

Alamat                        : Jl. Angsana Raya no. 57 Purwokerto

Jabatan                       : Pegawai PT. MELANGKAH MAJU

 

Bertindak atas nama diri sendiri, yang disebut sebagai pihak kedua.

 

Pada hari Kamis, 20 November 2019 telah memilih PT. MELANGKAH MAJU, pihak pertama dan pihak kedua telah sepakat untuk saling terikat dalam satu kontrak kerja dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

 

Pasal 1

Ketentuan Umum

 

Pasal 2

Jangka Waktu

 

Pasal 3

Waktu Kerja

 

Pasal 4

Upah

 

Pasal 5

Pemberhentian Kerja

Purwokerto, 20 November 2019

Pihak Pertama                                                                           Pihak Kedua

 

 

(nama terang dan jabatan)                                                     (nama terang dan jabatan)

 

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Karyawan Swasta

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Siapa saja pastinya selalu melakukan kerjasama untuk semakin memperluas link ataupun sebagai bentuk kerjasama dalam hal pekerjaan. Sama halnya dengan sebuah pekerjaan yang pastinya akan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain, untuk saling menguntungkan atau sebagai bentuk dari simbiosis mutualisme. Ada berbagai bentuk kerjasama, seperti kerjasama bagi hasil, investasi, atau pemberi modal sebuah usaha. Setelah deal dalam melakukan pekerjaan, tentunya antara kedua belah pihak perusahaan akan menuliskan contoh surat perjanjian kerjasama.

Nah sebelum menuliskan surat perjanjian tersebut, tentunya perlu diperhatikan bagaimana penulisan surat yang baik dan juga benar. Karena dengan adanya surat perjanjian kerjasama pun akan menjadi sebuah bukti autentik, bahwa pihak yang bekerjasama telah menandatangi dan harus memenuhi kewajiban serta kerjasama sesuai kesepakatan. Nah syarat penulisan contoh surat perjanjian kerjasama akan dijelaskan di bawah ini ya!

Tata Penulisan Contoh Perjanjian Kerjasama

Akan dikatakan sah apabila surat perjanjian kerjasama dituliskan dengan baik dan benar menurut syarat dan karakteristiknya. Nah berikut ini beberapa hal mengenai syarat dan karakteristik surat perjanjian kerjasama berbagai bidang, yang harus diperhatikan tiap perusahaan:

  • Surat dituliskan di kertas bersegel

Karena membawa nama perusahaan, maka tentunya penulisan surat perjanjian harus dituliskan dalam kertas bersegel agar semakin meyakinkan proses kerjasama. Namun, jika memang tidak tersedia kertas yang memiliki segel, maka kita bisa menuliskan dalam selembar kertas saja. Setelah dituliskan dalam kertas bersegel atau kertas biasa, jangan lupa untuk memberikan materai dalam surat tersebut ya.

  • Menuliskan judul kontrak surat perjanjian

Tuliskan pula judul surat perjanjian yang dilakukan dengan jelas pada bagian atas surat, sebagai pemahaman bahwa yang dituliskan adalah surat perjanjian kerjasama. Apabila surat perjanjian kerjasama yang dilakukan sebagai contoh merupakan sebagai bentuk kerjasama investasi, maka yang dituliskan adalah ‘Surat Perjanjian Kerjasama Investasi’.

  • Menjelaskan maksud dan tujuan perjanjian

Dalam isi perjanjian, tentunya maksud dan tujuan dari dilakukannya kerjasama harus dijelaskan secara singkat dan padat tapi tetap jelas. Hal ini dimaksudkan agar antara kedua belah pihak yang melakukan kerjasama bisa memahami diadakannya kerjasama, dan juga agar kerjasama tersebut bisa berlangsung dengan baik.

  • Menuliskan identitas pihak terkait

Tentunya penulisan identitas dari pihak-pihak yang terkait akan sangat dibutuhkan, demi menerangkan siapa saja perusahaan atau pihak yang melakukan kerjasama. Identitas yang adapun bisa sebagai pertanggungjawaban, jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan. Identitas yang dituliskan bisa berupa nama dan jabatan saja, atau bisa menyertakan alamat dan nomor NIK.

  • Menjelaskan mekanisme penyelesaian

Nah apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebagai antisipasi dalam surat perjanjian kerjasama tersebut harus dituliskan beberapa pasal terkait sebagai bentuk penyelesaian. Cantumkan setidaknya satu atau lebih pasal dalam surat perjanjian kerjasama ya!

  • Bubuhkan tandatangan

Setelah berakhirnya kesepakatan dan penulisan surat kerjasama, dalam contoh surat perjanjian kerjasama yang terakhir adalah dengan membubuhkan tandatangan pihak terkait. Tandatangan yang dibubuhkan sebagai kesepakatan persetujuan kerjasama yang tengah berlangsung. Jika ada saksi yang ditunjuk dan diikutsertakan dalam kesepakatan perjanjian kerjasama tersebut, bisa juga untuk bubuhkan tandatangannya pula dalam surat.

Itulah keenam syarat dan karakteristik dalam penulisan surat perjanjian kerjasama yang bisa dipahami. Kami juga menyertakan contoh surat perjanjian kerjasama yang bisa dijadikan bahan dalam pembuatan. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini salah satu contoh surat perjanjian kerjasama :

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Perusahaan

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA INVESTASI

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama              : Sakira Anwar

Jabatan           : Pemilik Usaha Makmur Fashion

 

Di sebut pihak pertama (I)

 

Nama              : Doni Alaman

Jabatan           : Pemberi Dana

 

Di sebut pihak kedua (II)

 

Untuk selanjutnya antara pihak pertama (I) dan pihak kedua (II) sepakat untuk melakukan kerjasama di bidang Fashion Styles yang diatur dalam pasal-pasal berikut:

 

Pasal 1

Pasal 2

Pasal 3

 

Demikian untuk menjadikan maklum antara kedua belah pihak yang berkepentingan.

 

Purwokerto, 20 November 2019

 

Pihak pertama                                                                                                  Pihak kedua

 

 

(Sakira Anwar)                                                                                                (Doni ALaman)

 

 

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Contoh Surat Perjanjian Sewa

Menyewa sebuah objek sewa nampaknya menjadi sebuah keharusan dalam melakukan perjalanan jauh dengan keluarga atau orang-orang tersayang, terutama bagi yang memang belum memiliki objek sewa atau memang lebih senang untuk menyewa objek sewa. Nah selain memberikan KTP sebagai barang untuk jaminan, biasanya ada beberapa tempat rental objek sewa yang memberikan sebuah surat perjanjian dalam penyewaan. Contoh surat perjanjian sewa, bisa menjadi referensi untuk dipraktekkan dalam proses penyewaan.

Surat perjanjian tersebut biasanya dituliskan sebagai bentuk bukti dalam penyewaan objek sewa yang sedang dilakukan, agar surat tersebut bisa menjadi bukti ketika memang objek sewa tersebut tidak kembali atau mengalami kerusakan. Contoh surat perjanjian sewa ini akan sangat membantu proses penulisan, agar sesuai dengan beberapa ketentuan yang memang harus dicantumkan dalam surat. Seperti apa saja ketentuan penulisan surat perjanjian sewa? Yuk simak di bawah!

Tata Cara Penulisan Surat Perjanjian Sewa

Seperti surat perjanjian pada umumnya, dalam penulisan surat perjanjian sewa pun memiliki parameter yang harus diperhatikan. Karena yang disewakan adalah kendaraan milik orang lain, maka memang diperlukan adanya penulisan surat perjanjian sewa. Nah berikut ini beberapa ketentuan surat perjanjian sewa paling lengkap:

  • Pencantuman identitas diri

Hal yang paling utama harus dituliskan dalam surat perjanjian sewa, selain memberikan KTP adalah dengan mencantumkan identitas diri dari pihak pemilik dan penyewa objek sewa. Dalam hal ini sangat diperlukan karena sebagai bukti bahwa memang telah sepakat dengan adanya proses sewa menyewa tersebut.

  • Mendeskripsikan objek dengan jelas

Deskripsikan dengan jelas objek sewa jenis apa yang disewakan dan jangan lupa juga untuk mencantumkan nomor polisinya ya. Namun akan lebih baik jika pencantuman deskripsi objek berupa, jenis kendaraan, warna kendaraan, tahun pembuatan, nomor polisi, warna, hingga kondisi dari objek sewa tersebut sendiri.

  • Penjelasan jangka waktu dan biaya penyewaan

Dalam hal penyewaan tentunya akan ada jangka waktu yang diberikan oleh si penyewa, sebagai batas dari peminjaman objek sewa. Pencantuman jangka waktu sangat diperlukan, agar sang penyewa tidak menyelewengkan kewajibannya pula untuk mengembalikan objek sewa tersebut. Pencantuman biaya penyewaan dengan jelas dan detail pun harus dilakukan, serta keterangan bahwa sang penyewa sudah melunasinya atau belum.

  • Pasal-pasal yang berkaitan

Ketentuan dalam contoh surat perjanjian sewa paling lengkap adalah menuliskan pasal-pasal yang berkaitan. Jika memang diperlukan, kita bisa mencantumkan pasal-pasal yang berkaitan dengan penyewaan objek sewa dalam surat perjanjian. Penulisan pasal-pasal ini pun harus disetujui kedua belah pihak ya.

  • Bubuhkan tandatangan

Dalam setiap surat tentunya sangat penting dalam pebubuhan tandatangan, dari dalam hal ini pihak pertama adalah pemilik kendaraan dan pihak kedua adalah penyewa objek sewa. Jika menyertakan saksi ke dalam proses tersebut, jangan lupa untuk menyertakan tandatangan para saksi yang menyaksikan proses penyewaan objek sewa berlangsung.

Nah mudah kan kelima ketentuan dalam penulisan surat perjanjan sewa? Jika memang membutuhkan satu contoh surat perjanjian sewa paling lengkap, berikut ini akan dicantumkan salah satunya.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil

SURAT PERJANJIAN SEWA MOBIL

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Hermawan

Alamat            : Jalan Kusumua No.90 Jakarta

No. Telp          : 0987893456

No.KTP            : 98076854678900

Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama (I)

Nama : Joko

Alamat            : Jalan Anggrek No.123 Jakarta

No. Telp          : 0276890678

No.KTP            : 9867000156789

Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua (II)

Pada tanggal 20 November 2019 telah melakukan proses sewa, yang mana pihak (I) menyewakan objek sewa Honda Jazz dengan nomor polisi AA **** HG, kepada pihak (II) selama dua hari terhitung dari tanggal 20 November 2019 sampai dengan 23 November 2019. Biaya sewa yang diberikan adalah sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) dan telah lunas dengan disepakati oleh kedua belah pihak.

Demikian perjanjian ini disepakati oleh kedua belah pihak dengan itikad baik dan apabila terjadi beberapa hal, seperti kerusakan dan kehilangan akan ditanggung oleh pihak (II). Surat ini telah dibuat dua rangkap dan bermaterai, yang mana masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama.

Purwokerto, 20 November 2019

Pihak Pertama                                                                                                Pihak Kedua

(Hermawan)                                                                                                     (Joko)

Saksi:

Ahmad Kuncor
Awaludin

Contoh Surat Perjanjian Rental MobilContoh Surat Perjanjian Sewa Mobil Yang Baik Dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Kontrak / Sewa Rumah Yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah – Mengontrak atau menyewa sebuah rumah bukanlah suatu hal yang sepele. Oleh karena itu kita tidak bisa seenaknya melakukan transaksi kontrak / sewa rumah tersebut. Proses kontrak / sewa rumah harus melalui prosedur – prosedur tertentu.

Biasanya orang – orang yang ingin melakukan transaksi sewa / kontrak rumah ini, mereka akan membuat suatu perjanjian mengenai hal – hal yang berkaitan dengan transaksi tersebut. Media perjanjian tersebut biasanya melalui Surat Perjanjian Kontrak atau Sewa Rumah. Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah ini merupakan suatu surat perjanjian yang mengatur tentang segala hal yang berkaitan dengan proses transaksi sewa / kontrak rumah.

Beberapa hal yang diatur dalam Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah ini antara lain :

  • Rincian biaya
  • Mekanisme pembayaran (angsuran, waktu pembayaran, dll)
  • Rincian bangunan (ukuran, dll)
  • Segala hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh penyewa
  • Sanksi – sanksi jika terjadi pelanggaran perjanjian

Dalam menyusun Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah ini juga tidak boleh sembarangan. Kita harus memperhatikan format atau sistematika penulisan surat resmi. Ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah ini. Beberapa poin acuan tersebut antara lain :

  1. Kepala surat Setiap jenis surat resmi harus menggunakan kepala surat.
  2. Identitas Pihak Pertama (pemilik rumah) Menyebutkan identitas pemilik rumah atau yang biasa disebut Pihak Pertama secara jelas.
  3. Identitas Pihak Kedua (penyewa rumah) Identitas Pihak Kedua atau yang bertindak sebagai penyewa rumah juga harus disebutkan dalam Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah. Kedua identitas ini (Pihak Pertama dan Pihak Kedua) wajib ada dalam Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah agar pembagian kewajiban dapat diatur dengan jelas.
  4. Pasal – pasal perjanjian Poin ke empat ini merupakan poin terpenting dalam menyusun Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah. Pada poin ini diatur mengenai detail – detail kesepakatan perjanjian kontrak / sewa rumah. Pasal – pasal tersebut lah yang akan menjadi pembagi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing – masing pihak.
  5. Tanda tangan dan nama terang kedua belah pihak Karena Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah ini disusun dan disepakati oleh dua pihak, maka kedua pihak tersebut harus mencantumkan nama dan tanda tangan masing – masing sebagai tanda terjalinnya kesepakatan.
  6. Materai Bubuhkan juga materai (6000) untuk memperkuat perjanjian.
  7. Saksi – saksi Ajaklah beberapa orang untuk turut serta menjadi saksi dalam perjanjian tersebut jika memang diperlukan.
Pembahasan di atas merupakan teori mengenai bagaimana cara menyusun Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah. Namun tidak lengkap rasanya jika tanpa mengetahui contoh nyata dari Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah. Oleh karena itu, kami berikan Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah agar para pembaca lebih paham. Berikut contohnya :

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah atau Sewa Rumah

SURAT PERJANJIAN SEWA / KONTRAK RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Paijo
Alamat : Sleman
Pekerjaan : Wiraswasta
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama : Paijan
Alamat : Bantul
Pekerjaan : Guru
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Dalam hal ini, PIHAK PERTAMA menyewakan / mengontrakkan rumah tinggal kepada PIHAK KEDUA dengan spesifikasi bangunan berdinding batu bata, atap genteng, lantai keramik, instalasi listrik, air PDAM, dan sambungan telepon yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 45, Sleman, Yogyakarta.
Sewa tersebut dilangsungkan dan diterima dengan harga Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) selama satu tahun. Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s / d 31 Desember 2016. Uang sewa telah dibayarkan secara tunai oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
Dengan demikian PIHAK KEDUA sebagai pengontrak bersedia mematuhi hal-hal berikut :

  • Rumah yang disewakan tidak dijaminkan atau digadaikan untuk pelunasan suatu hutang oleh PIHAK KEDUA.
  • Rumah yang disewa tidak disewakan lagi kepada orang lain.
  • PIHAK KEDUA wajib memelihara dan memperbaiki kerusakan-kerusakan rumah yang disewa selama masa kontrak.
  • Rumah tersebut disewakan sebagai rumah tinggal. Apabila di kemudian hari dipergunakan untuk hal-hal yang dapat menyalahi atau melanggar hukum, maka hal tersebut di luar tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
  • Tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi bangunan tersebut kecuali ada kesepakatan atau persetujuan dari PIHAK PERTAMA.
  • Apabila dikehendaki dan disepakati oleh kedua pihak, PIHAK KEDUA dapat memperpanjang kontrak / sewa dengan harga sewa dan syarat-syarat yang akan ditetapkan kemudian secara musyawarah dan mufakat sekurang-kurangnya satu bulan sebelum masa sewa berakhir.
  • Apabila perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK KEDUA harus mengembalikan rumah tersebut dalam keadaan kosong, rekening listrik, air (PDAM), dan rekening telepon telah dilunasi serta terpelihara baik, tepat pada waktunya kepada PIHAK PERTAMA.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan disetujui oleh kedua pihak, yaitu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara musyawarah dan mufakat serta tanpa adanya unsur paksaan atau intimidasi dalam bentuk apapun dan oleh pihak manapun.
Surat perjanjian ini ditandatangani dalam rangkap 2 (dua), keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Yogyakarta, 23 Maret 2016

PIHAK PERTAMA,PIHAK KEDUA,
[materai]
Paijo Paijan

Saksi – saksi :
1. Suparjo (Ketua RT) : (…..ttd…..)
2. Supriyadi (Ketua RW : (…..ttd…..)

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah Lengkap dengan Pasal

SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : ……………..
Alamat : ……………..
Pekerjaan : ……………..

Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama : ……………..
Alamat : ……………..
Pekerjaan : ……………..

Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Dalam hal ini, PIHAK PERTAMA menyewakan / mengontrakkan rumah tinggal kepada PIHAK KEDUA dengan spesifikasi bangunan berdinding batu bata, atap genteng, lantai keramik, instalasi listrik, air PAM, dan sambungan telepon yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 45, Sleman, Yogyakarta.

Sewa tersebut dilangsungkan dan diterima dengan harga Rp. 110.000.000,00 (seratus sepuluh juta rupiah) selama satu tahun. Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s / d 31 Desember 2016. Uang sewa telah dibayarkan secara tunai oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.

Dengan demikian PIHAK KEDUA sebagai pengontrak bersedia mematuhi hal-hal berikut :

  1. Rumah yang disewakan tidak dijaminkan atau digadaikan untuk pelunasan suatu hutang oleh PIHAK KEDUA.
  2. Rumah yang disewa tidak disewakan lagi kepada orang lain.
  3. PIHAK KEDUA wajib memelihara dan memperbaiki kerusakan-kerusakan rumah yang disewa selama masa kontrak.
  4. Rumah tersebut disewakan sebagai rumah tinggal. Apabila di kemudian hari dipergunakan untuk hal-hal yang dapat menyalahi atau melanggar hukum, maka hal tersebut di luar tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
  5. Tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi bangunan tersebut kecuali ada kesepakatan atau persetujuan dari PIHAK PERTAMA.
  6. Apabila dikehendaki dan disepakati oleh kedua pihak, PIHAK KEDUA dapat memperpanjang kontrak / sewa dengan harga sewa dan syarat-syarat yang akan ditetapkan kemudian secara musyawarah dan mufakat sekurang-kurangnya satu bulan sebelum masa sewa berakhir.
  7. Apabila perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK KEDUA harus mengembalikan rumah tersebut dalam keadaan kosong, rekening listrik, air (PAM), dan rekening telepon telah dilunasi serta terpelihara baik, tepat pada waktunya kepada PIHAK PERTAMA.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan disetujui oleh kedua pihak, yaitu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara musyawarah dan mufakat serta tanpa adanya unsur paksaan atau intimidasi dalam bentuk apapun dan oleh pihak manapun.
Surat perjanjian ini ditandatangani dalam rangkap 2 (dua), keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Jepara, 25 Maret 2016

PIHAK PERTAMA,PIHAK KEDUA,
[materai]
(Pihak Pertama) (Pihak Kedua)

Saksi – saksi :

1. Joko (Ketua RT / Saksi Pihak Pertama) : (…..ttd…..)
2. Riyono (Ketua RW / Saksi Pihak Kedua) : (…..ttd…..)

Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah Kontrakan

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Demikian salah satu Contoh Surat Perjanjian Yang Baik dan Benar. Format umumnya kurang lebih seperti contoh yang telah disebutkan di atas. Mengenai isi dari Surat Perjanjian dan pasal – pasal yang terdapat di dalamnya dapat disesuaikan sendiri dengan keperluan masing – masing. Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *